WOOD PELLET
BAHAN BAKAR TERBARUKAN
BISNIS PERTUMBUHAN STRATEGIS

BAHAN BAKAR TERBARUKAN DIBANGUN DARI KEDISIPLINAN SUMBER DAYA.

AT Corporation sedang mengembangkan Pelet Kayu sebagai bisnis bahan bakar terbarukan yang berfokus pada bahan baku yang sesuai, kemampuan pemrosesan, spesifikasi produk, dan persyaratan pasar komoditas.

Bisnis ini disusun berdasarkan pengadaan sumber daya yang disiplin, kualitas produk, logistik, dan permintaan industri.

RINGKASAN BISNIS

DARI BAHAN BAKU TERBARUKAN KE BAHAN BAKAR INDUSTRI.

Pelet Kayu mewakili potensi platform bahan bakar terbarukan di dalam bisnis Energi & Terbarukan AT Corporation.

Peluang ini dibangun berdasarkan kemampuan untuk menghubungkan bahan baku terbarukan yang sesuai dengan pemrosesan yang terkontrol, spesifikasi produk yang konsisten, dan akses pasar yang relevan secara komersial.

ALASAN STRATEGIS

SUMBER DAYA. PEMROSESAN. PASAR.

01

BAHAN BAKU TERBARUKAN

Pelet Kayu dapat mengubah sumber daya biomassa terbarukan yang sesuai menjadi produk bahan bakar padat terstandarisasi.

02

APLIKASI ENERGI INDUSTRI

Biomassa yang dipeletisasi dapat melayani aplikasi energi industri di mana persyaratan teknis, regulasi, dan komersial sesuai.

03

KOMODITAS YANG DAPAT DIPROSES

Pemrosesan dapat meningkatkan konsistensi, kepadatan, karakteristik penanganan, dan efisiensi logistik dibandingkan dengan bahan baku yang tidak diolah.

04

PRODUK YANG DAPAT DIPERDAGANGKAN

Karakteristik fisik terstandarisasi dapat mendukung partisipasi pasar komoditas yang lebih luas di mana spesifikasi produk dan kebutuhan pembeli selaras.

RANTAI NILAI

DARI BAHAN BAKU KE BAHAN BAKAR JADI.

PENGADAAN BAHAN BAKU
PENGUMPULAN
PENGURANGAN UKURAN
PENGERINGAN
PEMBUATAN PELET
PENDINGINAN
PENYARINGAN
PENYIMPANAN
LOGISTIK
PELANGGAN
FONDASI SUMBER DAYA

PRODUK DIMULAI DARI BAHAN BAKU.

Residu Kayu
Residu Kehutanan
Residu Penggergajian
Serpihan Kayu
Residu Perkebunan yang Disetujui
Bahan Baku Lignoselulosa Lain yang Disetujui
SELEKSI SUMBER DAYA

TIDAK SEMUA BIOMASSA MENGHASILKAN PRODUK YANG SAMA.

01

KARAKTERISTIK FISIK

Mengevaluasi sifat bahan baku sesuai dengan persyaratan pemrosesan dan produk.

02

KELEMBABAN

Kelembaban memengaruhi kebutuhan pengeringan, efisiensi proses, dan kualitas produk akhir.

03

ABU & KONTAMINASI

Kualitas bahan baku harus dikontrol untuk membatasi abu, kandungan mineral, dan kontaminasi yang tidak diinginkan.

04

KONSISTENSI PASOKAN

Produksi skala komersial membutuhkan ketersediaan bahan baku yang dapat diandalkan dari waktu ke waktu.

PEMROSESAN

KONTROL PROSES. KONTROL PRODUK.

PENERIMAAN
PENCACAHAN / PENGURANGAN UKURAN
PENGERINGAN
PENGGILINGAN
PEMBUATAN PELET
PENDINGINAN
PENYARINGAN
PENYIMPANAN KEMASAN / CURAH
KUALITAS PRODUK

KOMODITAS MEMBUTUHKAN SPESIFIKASI.

AT Corporation sedang menyiapkan informasi teknis untuk mendukung spesifikasi produk di masa depan, termasuk:

  • Diameter
  • Panjang
  • Kelembaban
  • Abu
  • Nilai Kalori Kotor
  • Nilai Kalori Bersih
  • Kepadatan Curah
  • Daya Tahan Mekanis
  • Halusan
  • Belerang
  • Klorin
  • Nitrogen
  • Zat Terbang
KONTROL KUALITAS

KONSISTENSI SEBELUM AKSES PASAR.

Langkah manajemen kualitas sedang disiapkan untuk mendukung potensi operasi di masa depan pada titik-titik kontrol utama:

Inspeksi Bahan Baku Masuk
Kontrol Kelembaban
Pemantauan Proses
Pengambilan Sampel
Pengujian Laboratorium
Inspeksi Produk Jadi
Identifikasi Batch
Kontrol Penyimpanan
Dokumentasi Kualitas Pengiriman
STANDAR

AKSES PASAR BERGANTUNG PADA KEPATUHAN.

Persyaratan produk dan sumber dapat bervariasi berdasarkan pasar dan aplikasi yang dituju. Persiapan untuk memenuhi persyaratan tersebut tidak berarti AT Corporation telah tersertifikasi.

FSCPEFCSBPENplusISOISO 17225
PENANGANAN PRODUK

KUALITAS HARUS BERTAHAN DALAM PENYIMPANAN.

Langkah penanganan produk sedang disiapkan untuk mendukung potensi operasi di masa depan, termasuk:

Penyimpanan Tertutup
Penyimpanan Curah
Penyimpanan Berkantong
Perlindungan Kelembaban
Kontrol Halusan
Manajemen Kebakaran
Kontrol Inventaris
Pemuatan
Pengiriman
LOGISTIK

KEPADATAN PENTING SAAT PRODUK BERGERAK.

Peletisasi dapat meningkatkan kepadatan curah dan memperbaiki karakteristik penanganan dibandingkan dengan bahan baku biomassa lepas, mendukung penyimpanan dan transportasi yang lebih efisien jika memungkinkan. Persyaratan logistik sedang dievaluasi pada:

Truk
Gudang
Pelabuhan
Pemuatan Curah
Kontainer
Kargo Curah
Logistik Maritim
PERGERAKAN FISIK

NILAI PRODUK BERGANTUNG PADA PENGIRIMAN.

Komoditas terbarukan membutuhkan logistik fisik yang andal antara produksi, penyimpanan, dan pasar penerima.

JELAJAHI LOGISTIK MARITIM
POTENSI APLIKASI

DIBANGUN UNTUK PERMINTAAN ENERGI INDUSTRI.

BOILER INDUSTRIPANAS PROSESPEMBANGKIT LISTRIKCO-FIRINGENERGI BIOMASSA KHUSUSBAHAN BAKAR TERBARUKAN KOMERSIAL
KECOCOKAN PASAR

PASAR MENDEFINISIKAN PRODUK.

Pengembangan Pelet Kayu harus dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang persyaratan teknis, logistik, dan komersial dari pasar yang dituju.

01
SPESIFIKASI
02
VOLUME
03
LOGISTIK
04
KETENTUAN KOMERSIAL
KONEKTIVITAS SUMBER DAYA

BAHAN BAKAR TERBARUKAN DIMULAI DARI SUMBER DAYA ALAM.

Platform Pertanian & Kehutanan AT Corporation dapat menciptakan konektivitas strategis dengan pengembangan bahan baku terbarukan di mana pengadaan, kesesuaian sumber daya, dan persyaratan pengembangan yang bertanggung jawab selaras.

JELAJAHI PERTANIAN & KEHUTANAN
PLATFORM SUMBER DAYA TERBARUKAN

WOOD PELLET ADALAH SATU BENTUK PENCIPTAAN NILAI BIOMASSA.

Pelet Kayu mewakili satu potensi jalur produk di dalam platform sumber daya biomassa yang lebih luas.

JELAJAHI BIOMASSA
KONEKTIVITAS PASAR

DARI SPESIFIKASI PRODUK KE PASAR KOMERSIAL.

PT BIOMASS ENERGI NIAGA KALIMANTAN
LENGAN PERDAGANGAN KOMODITAS TERBARUKAN

Platform perdagangan komoditas khusus Grup menyediakan jalur komersial yang dapat menghubungkan peluang komoditas terbarukan terverifikasi dengan pasar yang sesuai.

JELAJAHI PERDAGANGAN KOMODITAS
DISIPLIN PENGEMBANGAN

SUMBER DAYA DAHULU. PASAR DAHULU. MODAL KEMUDIAN.

01

VALIDASI SUMBER DAYA

Mengkonfirmasi ketersediaan bahan baku yang andal, karakteristik, dan persyaratan pengadaan.

02

VALIDASI PRODUK

Menentukan apakah bahan baku dapat diproses menjadi spesifikasi produk yang diperlukan.

03

VALIDASI PASAR

Mengkonfirmasi permintaan teknis, logistik, struktur komersial, dan persyaratan pelanggan.

04

PENGEMBANGAN PROYEK

Mengalokasikan modal hanya setelah persyaratan sumber daya, teknis, dan pasar cukup selaras.

PENGEMBANGAN BERTANGGUNG JAWAB

TERBARUKAN BERGANTUNG PADA BAGAIMANA SUMBER DAYA DIPEROLEH.

Pengembangan bahan bakar terbarukan membutuhkan pertimbangan disiplin terhadap asal bahan baku, tanggung jawab lahan, integritas rantai pasokan, dan persyaratan lingkungan. Pengembangan di masa depan akan dipandu oleh:

Pengadaan Bertanggung JawabVerifikasi SumberLegalitas LahanLacak BalakManajemen LingkunganPertimbangan KomunitasKeterlacakan
PENDEKATAN KAMI TERHADAP PERTUMBUHAN BERTANGGUNG JAWAB
KESELAMATAN OPERASI

PEMROSESAN BIOMASSA MEMBUTUHKAN KONTROL.

Langkah keselamatan proses sedang disiapkan untuk mengelola risiko yang melekat pada pemrosesan biomassa, termasuk:

  • Kontrol Debu
  • Pencegahan Kebakaran
  • Manajemen Risiko Ledakan
  • Pemantauan Suhu
  • Penanganan Material
  • Pengamanan Mesin
  • Kebersihan
  • Respons Darurat
  • Kompetensi Operator
KOMODITAS TERBARUKAN

DISKUSIKAN PELUANG WOOD PELLET.

PEMBELI / OFFTAKEPASOKAN BAHAN BAKUKEMITRAAN PROYEKTEKNOLOGILOGISTIKKOMERSIAL UMUM