Dokumentasi produksi batu bara; atribusi lokasi tidak dicantumkan.
PENGANGKUTAN & TRUK BATUBARA
LOGISTIK DARAT

MENGGERAKKAN MATERIAL DENGAN KONTROL.

Kapabilitas pengangkutan batubara AT Corporation dirancang untuk mendukung pergerakan material curah yang disiplin antara area tambang, tumpukan stok, dan titik pemuatan hilir.

Pengangkutan yang efisien bergantung pada penyelarasan rute, armada, muatan, waktu siklus, dan kontrol operasi.

PERAN OPERASI

PENGHUBUNG ANTARA PRODUKSI DAN TUJUAN.

Pengangkutan adalah penghubung operasi antara produksi material dan tahap berikutnya dalam rantai komoditas.

Logistik darat yang efektif memerlukan pengerahan armada yang terkoordinasi, manajemen rute, disiplin pemuatan, visibilitas waktu siklus, dan koordinasi titik penerimaan.

MODEL PENGANGKUTAN

MUAT. GERAK. KIRIM. KEMBALI.

01

MUAT

Mengkoordinasikan posisi truk, urutan pemuatan, dan muatan sesuai dengan persyaratan operasi.

02

GERAK

Membawa material melalui rute yang disetujui dengan kontrol lalu lintas, keselamatan, dan operasi yang sesuai.

03

KIRIM

Mengirimkan material ke tumpukan stok, penanganan, atau titik pemuatan yang ditentukan.

04

KEMBALI

Mengelola pergerakan kembali dan sirkulasi armada untuk mendukung kinerja siklus yang stabil.

ARSITEKTUR RUTE

SETIAP RUTE MEMILIKI PROFIL OPERASI.

TIPE RUTE RUJUKAN

  • TAMBANG KE STOCKPILE
  • TAMBANG KE ROM
  • STOCKPILE KE DERMAGA
  • STOCKPILE KE PEMROSESAN
  • PERGERAKAN MATERIAL ANTAR-LOKASI
  • RUTE CURAH LAINNYA YANG DISETUJUI

BIDANG RUJUKAN PROFIL RUTE

Asal
Tujuan
Jarak
Jenis Jalan
Kondisi Jalan
Gradien
Titik Pemuatan
Titik Pembuangan
Kontrol Kecepatan
Kontrol Lalu Lintas
Waktu Siklus
Sensitivitas Cuaca
Jam Operasi
PENGERAHAN ARMADA

MENYESUAIKAN ARMADA DENGAN RUTE.

KATEGORI ARMADA — TIDAK MENYIRATKAN KEPEMILIKAN, MEREK, MODEL, JUMLAH, ATAU MUATAN

Dump Truck
Heavy Duty Truck
Off-Highway Truck
On-Road Truck
Kendaraan Pendukung
Kendaraan Dispatch
Dukungan Pemeliharaan Jalan
KINERJA PENGANGKUTAN

VISIBILITAS DI SELURUH SIKLUS.

RUJUKAN METRIK KINERJA

Waktu SiklusMuatanPerjalananTonaseKetersediaan ArmadaPemanfaatanWaktu AntreWaktu MuatWaktu TempuhWaktu BuangKeterlambatanKonsumsi Bahan BakarKondisi JalanKeterlambatan Cuaca

MODEL WAKTU SIKLUS

Antrean di Pemuatan/
Pemosisian (Spotting)/
Pemuatan/
Perjalanan Bermuatan/
Antrean di Tujuan/
Pembuangan/
Perjalanan Kosong/
Keterlambatan/
Total Waktu Siklus
KONTROL OPERASI

MENGKOORDINASIKAN PERGERAKAN DI SELURUH RUTE.

RUJUKAN KONTROL OPERASI

Dispatch
Penugasan Armada
Pemantauan Rute
Kontrol Antrean
Serah Terima Shift
Koordinasi Produksi
Status Jalan
Kondisi Cuaca
Klasifikasi Keterlambatan
JALAN ANGKUT

JALAN ADALAH BAGIAN DARI SISTEM PRODUKSI.

Produktivitas pengangkutan tidak hanya bergantung pada truk, tetapi juga pada geometri jalan, kondisi, drainase, manajemen lalu lintas, dan disiplin pemeliharaan.

ARSITEKTUR MANAJEMEN JALAN — PENERAPAN HARUS DIVERIFIKASI

Geometri JalanGradienDrainaseKondisi PermukaanKontrol DebuPemeliharaan JalanManajemen Lalu LintasTanggul Keselamatan (Safety Berms)Penerangan jika relevan
PRODUKTIVITAS

KURANGI KETERLAMBATAN. STABILKAN SIKLUS. GERAKKAN MATERIAL.

01

ARMADA SEIMBANG

Sesuaikan pengerahan truk dengan kapasitas pemuatan dan kondisi rute.

02

SIKLUS STABIL

Kurangi variasi yang tidak perlu pada tahap pemuatan, perjalanan, pembuangan, dan kembali.

03

KONDISI RUTE

Pertahankan kondisi jalan yang sesuai dengan persyaratan operasi dan keselamatan.

04

KONTROL ANTREAN

Kurangi waktu tunggu berlebihan di titik pemuatan dan penerimaan.

ANTARMUKA TAMBANG

PENGANGKUTAN DIMULAI DENGAN KOORDINASI PERTAMBANGAN.

Logistik darat harus tetap terkoordinasi dengan persyaratan ekskavasi, pemuatan, dan produksi di tambang.

JELAJAHI KONTRAKTOR PERTAMBANGAN
ANTARMUKA TUJUAN

PERGERAKAN HARUS TERHUBUNG DENGAN KAPASITAS PENANGANAN.

Kinerja pengangkutan terkait dengan kapasitas penerimaan tumpukan stok, sistem penanganan batubara, dan fasilitas pemuatan.

JELAJAHI INFRASTRUKTUR BATUBARA
LOGISTIK HILIR

DARI PERGERAKAN DARAT KE PERGERAKAN MARITIM.

Jika pergerakan komoditas berlanjut melalui air, logistik darat harus terhubung secara efektif dengan titik pemuatan, manajemen tumpukan stok, dan transportasi maritim.

JELAJAHI LOGISTIK MARITIM
PERGERAKAN AMAN

KONTROL RUTE. LINDUNGI OPERASI.

ARSITEKTUR KESELAMATAN — PENERAPAN HARUS DIVERIFIKASI

  • Kompetensi Pengemudi / Operator
  • Manajemen Kecepatan
  • Aturan Lalu Lintas
  • Inspeksi Pra-Mulai
  • Manajemen Kelelahan
  • Inspeksi Jalan
  • Tanggap Darurat
  • Komunikasi
  • Kondisi Kendaraan
TANGGUNG JAWAB LOKASI

PERGERAKAN MATERIAL MEMILIKI JEJAK LINGKUNGAN.

ARSITEKTUR KONTROL LINGKUNGAN — TIDAK MENYIRATKAN KINERJA SAAT INI

Kontrol DebuPenyiraman JalanDrainaseManajemen Bahan BakarTanggapan TumpahanKebisinganRehabilitasi JalanManajemen Limbah
PENDEKATAN KAMI TERHADAP PERTUMBUHAN BERTANGGUNG JAWAB
MODEL KOMERSIAL

DISTRUKTURISASI BERDASARKAN RUTE DAN PERSYARATAN.

RUJUKAN MODEL KOMERSIAL

Per TonPer Ton-KilometerPer PerjalananPer Jam / Berbasis PeralatanArmada KhususBerbasis ProyekLogistik Terintegrasi
BEKERJA DENGAN TIM LOGISTIK KAMI

DISKUSIKAN KEBUTUHAN PENGANGKUTAN.

DISKUSIKAN KEBUTUHAN PENGANGKUTAN